Pentingnya Investor Asing Untuk Kemajuan Industri E-Commerce Nasional

Revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang dilakukan pemerintah pada Februari lalu membawa perubahan penting bagi industri e-commerce Indonesia. Revisi tersebut menyebutkan bahwa investor asing bisa mendapatkan kepemilikan atas e-commerce lokal hingga 100 persen. Para pemain e-commerce lokal pun menyambut baik masuknya investor asing akibat dari revisi DNI di atas. Masuknya investor asing ke dalam industri e-commerce kita jangan dianggap sebagai ancaman tapi harus dilihat sebagai kesempatan untuk mendapatkan manfaat. 
 
Industri e-commerce di Indonesia masih memerlukan investasi asing karena selain mampu mendukung pemain lokal, kehadiran mereka juga bisa membuka jalan bagi pemain lokal untuk lebih dikenal oleh pemain global yang kaya akan pengalaman. Ia menyatakan hadirnya investor asing jangan dilihat dari masuknya investasi dalam bentuk uang semata tetapi lebih jauh dari itu, pengetahuan dan wawasan mereka juga harus diserap. Salah satu e-commerce lokal yang mendapatkan investasi private equity dari investor Amerika Serikat. “E-commerce tersebut mendapat modal dalam bentuk uang serta mendapat jaringan ke para engineer private equity tersebut. Investor asing tersebut biasanya memiliki in-house engineer jadi e-commerce kita bisa berkonsultasi langsung dengan para engineer di Amerika. Ini salah satu keuntungan besar yang bisa didapatkan pemain lokal apabila mendapatkan investor asing.


Ia menyatakan bahwa bisnis e-commerce  tidak mengenal batasan wilayah lagi, atau borderless. Dengan Internet para pemain e-commerce Indonesa tidak hanya terhubung dengan seluruh orang di Indonesia tetapi juga di Asia bahkan dunia. Tersedianya sarana untuk berkomunikasi langsung dengan pemain yang berpengalaman akan membuat e-commerce lokal semakin mampu bersaing dengan pemain global. Sambutan positif terhadap para investor asing tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan peran investor lokal. Menurutnya di Indonesia memang sudah hadir beberapa investor lokal yang mampu memberi bantuan permodalan bagi e-commerce lokal.

Tetapi investor lokal biasanya masih di tahap awal atau masih di level C dan belum sebesar investor asing. Belum banyak investor lokal yang bisa memberi bantuan konsultasi untuk masalah engineering, SDM, aspek legal, atau keuangan. “Investor di Indonesia yang bisa memberikan konsultasi di bidang-bidang tersebut belum begitu banyak. Jadi yang dicari dari investor asing memang bukan uangnya tetapi apa yang mereka bisa berikan ke e-commerce lokal. Investor asing di mata Budi hanyalah jalan untuk membantu membesarkan e-commerce lokal. Contoh paling jelas, menurut Budi, adalah Jack Ma dengan Alibaba-nya yang begitu mendominasi di China. Dibalik kesuksesan itu sebenarnya ada peran South Bank Japan dan Yahoo dari Amerika.
 
 

Rate now!

Rating

Pentingnya Investor Asing Untuk Kemajuan Industri E-Commerce Nasional

  • SHARE POST   

Comments