Lords of Vandaria, Kombinasi RTS dengan Tower Defense dalam Dunia Vandaria

Setelah sukses dalam Trading Card Game Vandaria Wars dan beberapa novel Best Seller, Vandaria Saga memperlebar sayapnya dengan merambah ke dunia game. Bekerja sama dengan Toge Productions, salah satu game developer Indonesia yang sukses dengan beberapa judul game seperti Necronator II dan Infectonator 2, mereka merilis Lords of Vandaria (LoV). Sejauh ini, Vandaria sudah berhasil menelurkan banyak produk dan berhasil menyabet beberapa penghargaan, seperti penghargaan MURI untuk TCG buatan Indonesia pertama lewat Vandaria Wars, dan Novel Fantasi lokal terlaris untuk dua novel-novelnya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. LoV ini juga menandai debut Vandaria Saga di dunia game, dan nantinya akan berlanjut dengan game-game lainnya.

LoV mengisahkan kedatangan para frameless (manusia setengah dewa) ke dunia manusia yang sudah dimulai sejak tiga millenium lalu. Awalnya, mereka mendeklarasikan akan menjadi penyelamat umat manusia, dengan menyebarkan religi dan cara-cara hidup mereka. Namun, lambat laun mereka mengambil kebebasan dari manusia, dan mulai menyebabkan penderitaan yang tidak kunjung habis. Setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan, akhirnya 15 tahun lalu pemimpin Nirvana memulai perang besar kepada para frameless dengan menarik bantuan dari kerajaan-kerajaan yang ada. Dalam game ini, pemain akan memerankan Uri Schalbirke, komandan tentara Zur dari Union of Destiny, yang menjadi salah satu sekutu Nirvana, yang harus membantu tentara Blackmoon untuk melintasi Gorm’s Pass.

Gameplay utama dari game ini mirip dengan Necronator II maupun Relic of War, dua judul game Toge Productions sebelumnya. Di sini, pemain harus memberikan komando kepada pasukan untuk menyerang dan menghancurkan kastil Edenion, sembari merebut bangunan-bangunan sepanjang perjalanan menuju ke kastil tersebut. Selain dengan melatih dan memberikan komando kepada pasukan, pemain juga bisa menggunakan dua cara lain dalam berperang, yaitu menggunakan spell atau dengan membangun tower penyerang di beberapa titik bangunan tertentu. Pemain tidak bisa membangun pasukan sebanyak-banyaknya, karena selain dibatasi dengan uang, jumlah pasukan yang bisa dilatih dan bisa berperang di arena dalam satu waktu dibatasi oleh jumlah resource yang tersedia.

Selain gameplay utama yang familiar bagi para pemain Necronator II, game ini juga menyediakan gameplay Tower Defense, yang bisa dimainkan setelah menyelesaikan satu misi tertentu. Gameplay tower defense ini bisa menjadi alternatif bagi para pemain untuk grinding mencari gold guna membuka unit baru, mendirikan bangunan atau meng-upgrade bangunan yang sudah ada yang bisa memperkuat pasukan dan membuka unit baru. Mengenai unit, game ini menyediakan puluhan unit untuk dipilih, yang mana masing-masing unit memiliki kemampuan yang berbeda-beda, mulai dari tipe petarung jarak dekat ala Knight atau bertipe magic ala Mage.

Lords of Vandaria mempertegas visi Vandaria untuk memajukan intellectual property kreatif Indonesia,” ujar Ami Raditya, kreator Vandaria Saga. “Kolaborasi dengan Toge Productions, sebagai salah satu pengembang game flash terbaik di dunia, diharapkan bisa memperkenalkan Vandaria ke kancah internasional. Sudah saatnya Indonesia berubah menjadi negara produsen produk kreatif, bukan hanya sekedar sebagai konsumen. Sudah saatnya pula kita proteksi market Indonesia dari gempuran produk-produk kreatif asing. Saya percaya hal ini bisa terwujud dengan berkolaborasi lintas disiplin kreatif, mengkristal, dan besar bersama-sama.”

Game ini sudah bisa dimainkan dengan mengunjungi link http://armorgames.com/play/13579/lord-of-vandaria.

 

Tentang Vandaria Saga

Vandaria adalah setting dunia imajiner yang begitu kompleks, lengkap dengan linimasa sepanjang ribuan tahun. Berawal dari cerita-cerita pendek karya Ami Raditya sejak tahun 2000, dunia Vandaria dibuka dengan konsep shared world, yang dikembangkan secara kolaboratif oleh banyak konseptor, penulis, komikus, animator, dan lainnya. Gramedia Pustaka Utama telah menerbitkan sembilan buku, berjudul Harta Vaeran, Ratu Seribu Tahun, Takdir Elir, Kristalisasi, Hailstorm, Sang Penantang Takdir, Tabir Nalar, Masa Elir, dan Redfang. Dua diantaranya masuk kategori Buku Terlaris 2011 dan sisanya disebut sebagai Tren Buku 2012 versi TV One. Vandaria juga memiliki produk trading card game, yang telah mencetak rekor MURI sebagai trading card game pertama Indonesia. Vandaria membuka kerjasama dengan berbagai pihak untuk menerbitkan produk-produk lain. Beberapa di antaranya adalah MAKKO, yang akan menerbitkan komik berjudul Linimasa dan Zephyrion; dan Toge Productions, yang telah merilis game berjudul Lords of Vandaria.

Facebook: http://www.facebook.com/vandaria

Twitter: @vandariasaga

Website: http://www.vandaria.com

 

Rate now!

Rating

Lords of Vandaria, Kombinasi RTS dengan Tower Defense dalam Dunia Vandaria

  • SHARE POST   

Comments