GGTV: Review Notebook Gaming Asus GL552JX

Kali ini tim GudangGaming akan mereview salah satu produk andalan Asus Notebook Gaming yaitu seri G552JX sebuah notebook gaming yang lahir dari keluarga besar Republic of Gamers.

Notebook gaming Asus GL552JX ini mulai dipasarkan di Indonesia sejak pertengahan tahun 2015, yang di design dengan penampilan yang epic, harga relatif terjangkau serta menjadi jajaran perangkat PC gaming ternama dan apakah ganya itu saja yang ditawarkan G552JX ini? Mari kita ulas !

DESAIN DAN KUALITAS MATERIAL

Kesan pertama GudangGaming pada saat unboxing notebook gaming ini adalah keren! Penampilan lid pada laptop mirip dengan seri notebook gaming Asus G700 yakni logo ROG menyala merah dipadu dengan aksen alumunium serta emblem silver “Asus” di atasnya, menjadikannya sangat mudah dikenali sebagai notebook gaming ROG.

Meski berbahan plastik, body maupun lid dibangun cukup kokoh dan tidak tampak ada masalah jika notebook ini diangkat atau dibuka dengan satu tangan. Tidak seperti notebook kelas performance Asus lainnya, lid GL552JX tidak seluruhnya terbuat dari alumunium, melainkan plastic bertekstur. Meski demikian penggunaan bahan plastik bertekstur dengan aksen alumunium seperti ini jelas tidak akan Gamers dapatkan pada notebook mainstream.

DC power input, D-sub, LAN, HDMI dan 2 buah USB 3.0 berada di sisi kanan bersama dengan exhaust port yang bergaya semi-exposed berwarna merah, sedangkan di sisi kiri kita bisa mengakses Kensington lock, tray DVD, USB 2.0, serta plug headphone dan microphone. Slot SD Card dan sejumlah indicator LED berada di sisi depan. Di sisi bawah, selain terdapat baterai removable, kalian juga bisa mengakses RAM dan harddisk melalui satu panel. Asus GL552JX menawarkan pilihan upgrade yang cukup lapang dengan menyediakan slot M2 untuk tambahan SSD, dan slot SODIMM DDR3 yang mampu dijejali RAM hingga 16GB.
 


 

Asus GL552JX menggunakan keyboard yang dilengkapi backlighting berwarna merah dengan kecerahan yang dapat diatur. Keyboard GL552JX memiliki layout Full-size lengkap dengan numeric keypad. Seluruh key tampil dengan warna dan finishing yang sama, sedikit perbedaan hanya terdapat pada tombol W,A,S,D, dengan fitur highlight.

GudangGaming sempat kesulitan mencari tombol power saat unboxing, padahal tombol sakti ini berada di sudut kanan atas keyboard sejajar dengan tombol-tombol lain. Peletakan tombol sakti yang sejajar dengan tombol-tombol “biasa” sangat tidak nyaman, karena bisa jadi masalah apabila tidak sengaja tertekan. Untuk menghindari hal ini Gamers harus mengatur Power Settings agar tombol power tidak berfungsi stand-by atau power off.

Masalah pengaturan jarak dan fitur highlight juga GudangGaming temukan pada tombol arrow karena letaknya berada antara keyboard utama dan numeric keypad, tanpa ada highlight maupun pengaturan jarak sama sekali. Gamers yang pertama kali memiliki notebook gaming bisa kesulitan beradaptasi dengan layout keyboard GL552JX.

Speaker terletak di bawah layar dengan jarak yang berdekatan dan menghadap lurus ke atas. Mengenai kualitas suara, GudangGaming sangat menganjurkan agar Gamers menggunakan speaker eksternal atau headphone yang bagus. Karakter suara GL552JX menonjol pada vocal, sedangkan bass maupun treble nyaris tidak terdengar bagaimanapun Gamers mengatur equalizernya. Kekurangan ini patut dimaafkan karena GL552JX tidak mengadopsi sistem audio ICEPower dari Bang & Olufsen seperti pada notebook Asus seri N. Tidak banyak yang bisa dibahas dari sisi audio, let’s move up to the screen!

Sesuai dengan segmen harganya, layar GL552JX tidak hadir dari jenis IPS demikian pula dengan resolusinya yang hanya 1366x768. Permukaan matte menjadikan layar GL552JX bebas pantulan cahaya sehingga Gamers bisa lebih fokus pada game. Meski tidak sebaik jenis layar IPS, sudut pandang layar GL552JX cukup luas, Gamers dan kawan-kawan dapat menyaksikan setiap detail dari sisi kanan, kiri maupun atas hanya dengan sedikit perubahan kecerahan. Paduan resolusi rendah dan layar jenis TN (Twisted Nematic) menurut GudangGaming merupakan nilai plus untuk notebook gaming entry level, karena selain menguntungkan dari segi harga, resolusi 1366x768 tetap menjamin framerate yang tinggi tanpa banyak mengurangi ketajaman visual game.

Saat GudangGaming menguji dengan memutar konten video UltraHD, ketajaman dan kecerahan gambar yang disajikan cukup baik. Demikian pula halnya ketika memainkan game, gambar yang ditampilkan terbilang tajam dan cerah. Sedikit efek screen-tearing terlihat ketika berlangsung adegan bertempo cepat. GudangGaming menduga hal ini karena spesifikasi layar yang budget-friendly sehingga harus sedikit mengorbankan response-time juga. Meski demikian untuk game selain genre FPS, efek ini tidak akan begitu tampak.

GudangGaming mengadakan benchmark menggunakan 3DMark 11 dengan menjalankan Main Tests, dari hasil test menunjukkan skor 2493 pada test Fire Strike, dan 9246 pada test Sky Diver.

Sedangkan untuk test gameplay, GudangGaming menggunakan Call of Duty Advanced Warfare dengan setting yang otomatis ditentukan oleh game. Selama permainan, GL552JX menunjukkan performa yang kurang mulus khususnya pada saat character harus bergerak di map. Hal ini patut dimaklumi karena RAM yang terpasang hanya 4GB sedangkan spesifikasi yang disyaratkan COD Advanced Warfare adalah 8GB.

Terlihat jelas indikator HDD terus menyala karena harus me-load map dan objek secara terus-menerus. Proses loading tersebut membuat framerate yang rata-rata 40 FPS bisa turun hingga 14 FPS di saat tertentu. GudangGaming yakin masalah ini bisa teratasi jika Gamers meng-upgrade RAM setidaknya menjadi 8GB. 


 

Untuk daya tahan baterai, GudangGaming menilai konsumsi listrik baterai yang masuk akal untuk ukuran notebook gaming. GL552JX diuji dengan memainkan Call of Duty Advanced Warfare menggunakan tenaga baterai, dan GudangGaming tidak menemukan perbedaan yang mencolok dalam hal performa jika dibanding menggunakan tenaga dari Adapter AC. Asus GL552JX mampu memainkan Call of Duty Advanced Warfare dengan tenaga baterai selama kurang lebih 80 menit sebelum muncul peringatan tenaga baterai tinggal 7%.

TEMPERATUR & KEBISINGAN

Selama sekitar tiga jam pengujian full load memainkan game, tidak ada panas berlebih pada permukaan palm rest dan area keyboard, namun sebaliknya pada exhaust fan terasa aliran udara yang sangat panas. Ini membuktikan bahwa sistem pendingin pada GL552JX sangat efisien dalam memindahkan panas. Suara yang dihasilkan oleh kipas pendingin GL552JX pun hanya dapat terdengar jika ruangan benar-benar sunyi.

KESIMPULAN

Dengan GL552JX ini Asus mencoba mengajak lebih banyak Gamers untuk bermain di mana saja dan kapan saja. Memainkan game-game favorit dengan GL552JX, Gamers tidak lagi perlu menunggu hingga sampai di rumah. Untuk berlaga dengan game online pun Gamers hanya cukup mampir ke area ber-wifi terdekat. Penampilan yang cukup wah, harga terjangkau, dan performa yang lumayan merupakan godaan bagi Gamers yang jarang mempunyai waktu untuk berada di depan gaming desktop kesayangannya, apakah kamu salah satu Gamers yang tergoda?

Plus:

  • Harga dan Performa seimbang
  • Konstruksi kokoh.
  • Pilihan upgrade SSD.
  • Dingin dan senyap, nyaman untuk berlama-lama.

Minus:

  • RAM hanya 4GB
  • Suara kurang bagus
  • Tidak dilengkapi Blu-Ray Drive

 

Unboxing Asus GL552JX Republic of Gamers 

 

So seperti itulah GG Freak’s kelebihan dan kekurangan Notebook Gaming ASUS GL552JX, untuk Notebook Gaming ini dibandrol sekitar 13 Jt Rupiah. 

 

 

 

 

 

 

 

Rate now!

Rating

GGTV: Review Notebook Gaming Asus GL552JX

  • SHARE POST   

Comments